Tampilkan postingan dengan label Renungan Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Kristen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Now I Know Something: That Salvation Is A Gift Indeed!

Aku selalu berpikir bahwa aku adalah seorang anak Bapa yang menyenangkan hati-Nya.
Aku rajin beribadah, aku berdoa, aku terhormat, aku melayani, aku membaca Firman, dan lainnya.
Aku merasa aku seorang rohaniawan kelas kakap.

Kejatuhanku.
Mengajarkan sebuah prinsip penting, yang mengubah cara pandangku selamanya.
Bahwa manusia diselamatkan karena anugerah. 
Itu semua pemberian.
Tidak ada yang pantas memegahkan diri.

Ketika aku jatuh, aku tidak yakin apakah aku masih seorang Anak?
Apakah aku masih pantas menjadi seorang kakak sekolah minggu, pelayan gereja, dan posisi-posisi rohani lainnya? Apakah Injil yang kuberitakan akan berbuah? Apakah masih ada tempat bagiku di Kerajaan Sorga, jika aku mati hari ini? Akankah aku masih dikasihi-Nya? Sebab aku telah berbuat dosa.

Lalu aku menemukan bahwa inilah hukum yang berlaku:
Manusia berdosa bukan karena ia melakukan perbuatan dosa. Tetapi karena Ia memang berdosa sejak semula. Manusia berdosa bukan karena ia membunuh, mencuri, berbohong dan menipu. Manusia berdosa karena ia telah takluk kepada kuasa dosa dan menjadi hamba dosa. One way or another.

Lalu aku menemukan bahwa inilah hukum yang berlaku:
Upah dosa ialah maut.
Manusia tidak dapat menyelematkan dirinya sendiri. 
Ah, kasihan akhir perjalanannya adalah kematian. One way or another.

Inilah juga hukum yang berlaku:
Keselamatan, pengudusan dan pembenaran hanya bersumber dari iman kepada Kristus Yesus, anak Allah yang mati di kayu salib, sebagai penebusan akan dosa.
Siapa yang percaya, ia diselamatkan karena imannya.

Aku tidak lebih baik dari siapapun, juga tidak lebih buruk dari siapapun.
Kedudukan manusia di mata Allah Pencipta adalah sama.
Apa perbedaan antara aku dan orang-orang hukuman? 
Perbedaannya hanyalah ini: dosaku tersembunyi dan dosa mereka dihadapkan pada muka persidangan yang diadakan manusia. There is only One Way.

Aku diselamatkan bukan karena perbuatan baikku.
Bukan pula karena kegiatan keagamaanku.
Tetapi karena imanku.
Siapa aku?
Manusia berdosa yang dibenarkan karena iman.

Dan aku mengerti maksud hati Allah. Aku mengerti (sedikit dari sekian banyak) makna kasih Allah.
Salib Kristus bukan diperuntukkan bagi mereka yang suci dan kudus.
Penebusan oleh darah-Nya bukan diperuntukkan bagi mereka yang pintar dan bijaksana.
Janji kehidupan kekal bukan diperuntukkan bagi mereka yang kuat, gagah, berkuasa dan kaya materi.

Tetapi semuanya itu diperuntukkan bagi mereka yang berdosa, hina, terpinggirkan, dibuang, dihujat, dikucilkan. Juga bagi mereka yang sakit, miskin, lemah, bodoh. Bagi mereka yang keingin hati terdalamnya adalah menyenangkan Allah, tetapi takluk kepada perbuatan daging.

Kristus Yesus datang bagi mereka.
Mengasihi mereka.
Menyembuhkan mereka.
Mengajar mereka.
Menuntun mereka.
Memperkaya mereka.
Membebaskan mereka.

Mereka adalah aku.
Aku dan semua manusia lainnya, sama-sama membutuhkan kasih Yesus.

Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Roma 3:21-24

Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Roma 3:27

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. Yohanes 6:37-40
 

s o l a g r a c i a
s o l a f i d e
s o l a s c r i p t u r a

Sabtu, 18 Juni 2011

untitled yet (tulisan macem-macem)

Sekarang, Sabtu 18 Juni 2011 menurut jam di netbook cakep gw ini sih sekitar 10.32 AM, belum mandi juga gw, belum cuci2, belum sikat gigi :D hehe tapi masih cute koq, halah...
Begini, jadi bangun pagi tadi, langsung buka facebook, twitter, email, pasang yahoo messenger. Ih koq gw terlihat kayak social network freak yah ~_~" supaya lu tahu, gw gak tiap hari kayak gini koq... Biasanya bangun tidur langsung minum air putih, aaah udahlah koq jadi ngomongin kegiatan pagi hari.
Yah pokoknya pagi ini agak berbeda dari pagi-pagi yang lain.

Kenapa?
Karena ini hari Sabtu, biasanya kalau hari Sabtu itu, gw akan bangun dengan semangat karena kalau gw gak bangun dengan semangat, maka tugas-tugas gereja gw bakalan gak selesai.
Nah, tugas hari ini begitu bangun, gw udah tau apa yang harus gw beresin hari ini, pelajaran Sekolah Minggu dan renungan untuk kebaktian remaja besok.
Jadi, gw bangun, buka2 social network gw itu (ngecek berapa banyak yang like status aquuuhhh) saat teduh, trus minta mbak bikin kopi (butuh energy booster juga padahal masih pagi) dan browsingggg...

Besok, gw mau mengajar anak-anak yang gw sayangi itu tentang doa. Lebih khususnya, tentang Doa Bapa Kami, atau dalam bahasa inggris nya The Lord's Prayer.. Doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri, masih satu rangkaian Kotbah Di Bukit, wah gw suka banget pendalaman Alkitab apapun tentang Kotbah Di Bukit, sarat makna.
Gw uda berusaha cari data soal Doa Bapa Kami ini, karena gw terlalu malas untuk PA pribadi, alhasil gw merasa, sudahlah penelitian orang lain kan pasti buntutnya sama.. Kalo temen-temen mahasiswa gw yang rajin-rajin itu biasanya pake metode PA pribadi dulu, baru tambah2in dari PA nya orang lain yang lebih ahli. Kalo gw! kebalikannya! gw pake PA orang lain dulu, yang jauh lebih ahli, menghemat waktu dan tenaga bukan..

Akhir-akhir kalau gw lagi menulis sesuatu, gw suka kehilangan fokus. Sorry.

Balik lagi ke kisah tadi, gw lagi meneliti soal Doa Bapa Kami through google tentunya. Menemukan beberapa bahan yang sangat sangat membantu gw memahami bagian Alkitab yang satu itu. Sarapan Pagi, jawaban.com, etc. Tapi ada satu analisa seorang pemilik website, tentang doa yabes, inspiratif, eh salah, maksudnya membuka pikiran..

Lately yah, waktu gw berdoa, gw sering lupa berdoa untuk keluarga gw, untuk pelayanan di bidang lain (selain remaja), untuk pelayanan mahasiswa, untuk pelayanan retreat yang lagi dikerjain sekarang, untuk pasangan hidup (hah?) tapi gw selalu mendedikasikan doa gw untuk anak-anak yang gw layani di jam 11 setiap minggu. Jumlah mereka gak banyak sih, hanya segelintir. Dan yang luar biasa, semakin gw mengenal mereka, semakin gw korek-korek informasi tentang mereka (one by one), gw menemukan sebuah kesimpulan yang gak bisa diganggu gugat.

Semuanya nakal, bandel, kurang ajar, dan sebutlah semua hal yang jelek.

Ah, tapi gw sudah terlanjur cinta, ada beberapa remaja yang suka buat gw ternganga takjub sama tingkah lakunya, gw yang punya sisi kolerik ini, percayalah gw gak sekedar phlegma tapi juga kolerik, gw suka hampir saja hilang sabar. Tapi ya itu, gw terlanjur cinta. Sampai-sampai gw gak inget lagi untuk berdoa buat yang lain.

Tapi minggu-minggu ini, gw begitu lelah dan bosan berdoa untuk mereka, sampai kayaknya, kayaknya, ah Tuhan, mungkin gak mereka berubah, mungkin gak suatu kali gw akan liat anak-anak muda yang paling tidak seperti gw dan temen-temen mahasiswa gw, yang berusaha kenal siapa yang kami sembah? Is that even possible?

Gw berdoa supaya mereka begini begini begitu begitu, gw suka bilang dalam hati ke pokok-pokok doa yang lain, "aduh sorry, gw lagi konsen sama doa yang satu ini, sampai terjawab." Behhh, ternyata gw salah. Gw salah berdoa. Oh Man!
Selama ini, gw berdoa, Tuhan tolong dong supaya si ini ngerti pentingnya saat teduh, supaya si ini melayani dengan motivasi yang benar, tolong Tuhan supaya si ini mengampuni. All the detail.
Rasa-rasanya gw harus ganti doa gw, rasa-rasanya gw harus berdoa supaya mereka menjadi diri mereka sendiri, seperti yang Tuhan kehendaki, Gw harusnya berdoa supaya mereka mengenal kehendak Tuhan, bukan doain mereka untuk jadi seperti gw, atau seperti orang-orang saleh lainnya.

Semua orang kan punya jalan sendiri, bukan?

Susah cari kalimat penutup untuk postingan ini, tapi sudahlah, lots of things to do and to think, banyak hal yang harus gw pikirin penyelesaiannya hari ini, gw mau ngebut biar senin bisa pacaran. (hah?) salah kaleee maksudnya bisa "saling mengenal"..

Tuh kan kehilangan fokus lagi... ~_~" pheww

Sabtu, 21 Mei 2011

Ketaatan Saja Tidak Cukup, Butuh Kasih (Catatan Kotbah Maria Simanjuntak S.Sos)

#eeaa posting yang agak berbeda kali ini, gw mau mendokumentasikan sebuah kotbah.
"Ketaatan Saja Tidak Cukup, Butuh Kasih" ini dibawakan pada Persiapan Hati Pelayan untuk Retreat Antar Siswa Serang-Cilegon. Gw jelas lupa tanggal berapa PHP itu. 
Jadi, intinya kami akan melayani di retreat siswa, padahal sebagian besar kami gak tau apa itu pelayanan siswa. Yea, sebagian besar kami datang dari pelayanan mahasiswa. 


Siapa Maria Simanjuntak?
She's been my role mode actually :p
itu cewek agak sangar, radikal, dan inspiratif. Staf Perkantas bagian Siswa.. dan sekaligus penasihat spiritual gw. 


ini gw dapet dari flashdisk adeknya, gw gak minta ijin dulu buat post di sini, tapi gw berusaha untuk menyajikannya orisinil, un-edited.


KETAATAN SAJA TIDAK CUKUP, BUTUH KASIH
DALAM PERSFEKTIF INJIL UNTUK SEMUA ORANG….

BACA YUNUS 4:1-11 !!!
Sudah 1 bulan lebih, inbox di hp saya di penuhi dengan nama2 baru yg bukan saja di isi olh anak2 mahasiswa atau anak2 PMK (maksudnya bkn berarti setahun ini jg siswa2 tdk menghubungi saya) J sebab pasalnya nama orang2 ini adalah orang2 yang saat ini sempat saya berpikir bahwa mereka “sepertinya” lumayan special belakangan2 ini. Hehe.
Siska, Selvia, Fitria, Angga, Gilbert, Suler, Joshua, pertemuan kami pada Sabtu 5 Februari 2011 yang lalu menjadi pertemuan kali pertama kami. Dan sejak saat itu kami berkomitmen bersama untuk setiap hari Sabtu, bertemu menyelidiki bersama2 Firman Allah dalam KK di gereja Baptis Cilegon, GEREJA MEREKA BUKAN GEREJA SAYA !!!
Waktu mempersiapkan kotbah ini, saya teringat akan sesuatu, dan karena itu saya kembali membuka buku PA/KK yg saya miliki tahun 2008 silam J. Hehe. Tertulis pada lembaran buku itu begini, “PODO: Macay, doakan supaya adik2 PKRB jg boleh menikmati dibina baik dalam pemuridan seperti apa yg jg diperjuangkan ka juni didalam gereja HKBP, doakan entah bagaimana caranya macay bisa mensharingkan pemuridan pada Bapa dan akhirnya bisa dirintis jg KK di gerejaku”.

Setelah KATA Perkantas Banten Januari yg lalu, Bapa yang diundang sebagai ketua BKSG Cilegon menghadiri acara tsb. sebelum macay pulang ke Cilegon, utk libur semesteran dari studynya di STT Baptis Semarang, dlm sharingnya kpd kami, katanya entah knp 2 hari sebelum brangkat, setelah sepulang Ibu menghadiri KATA Perkantas Banten, ibu menceritakan apa yg mereka nikmati saat melihat efektifnya penjangkauan pelayanan yg sedang dikerjakan Perkantas. Mrk merasa terberkati. Stelah mendengar sharing ibunya, dalam ucapayan syukur macay bercerita bahwa ia 2 hari itu begitu hancur hati kembali ia mendoakan buat kebangunan Banten, gerejaku dan jg pelayanan Perkantas di Banten. Katanya, “Aku berencana ketika pulang akan mensharingkan ttg pelayanan Perkantas yg mana mungkin berencana akan jadi staf”,hehehe.

Hufffttt….mmm, taukah teman2, belakangan ini kalau saya flashback merenungkan waktu2 yg sdh saya lewati, saya suka tersenyum bahkan tertawa manis kepada Allah Bapa saya. Dan sampai akhirnya saya hanya berkata, “Kau hebat banget Tuhan, hikmatMu sungguh tak dapat terselami dan terpikirkan…aku menyerah, aku mencintai Mu”.
Tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya akan keberadaan saya yang saat ini, yg kalian lihat..!!
Dulu Ka Juni yg bergumul utk keluar dari pekerjaannya yg saat ini dan berhasrat rindu melayani Tuhan sepenuh waktu, lalu saudaraku Macay sendiri terpanggil menjadi guru PAK dan melayani sepenuh waktu jg. Tapi tidak saya juga saudara saya yg lain, Ka Riani. Memang Kami mendoakan bersama terbuka akan panggilan sepenuh waktu melayani Tuhan, tapi tidak terpikirkan oleh saya bahwa saya yang menjadi jawaban atas doa Ka Juni dan Macay…
Yahhh menjadi Staf sepenuh waktu melayani siswa, sekarang ini menjadi tugas yg saya emban, benar  jalan Tuhan tak pernah terpikirkan. Sebelum Macay menceritakan ttg niatannya mensharingkan pelayanan Perkantas, dihadapan matanya sendiri Macay melihat Tuhan menjawab doanya 2008 yg lalu, akhirnya Bapa sendiri meminta Perkantas untuk membina pemuda dan remaja gereja mereka, Gereja Baptis. Dan Karena saya yg “kebetulan adalah  staf siswa”, dan Adik2 PKRB yg adalah siswa, maka saya disharingkan oleh Ka Juni utk melayani mrk…( tanpa mendengarkan sharing pergumulan yg saya pny, dy bilang kau yg bertanggungjawab yah de..,hehe)

Kembali saya tersenyum dan menghela nafas panjang kala membaca buku doa tahu 2008 itu, ternyata, sayalah jawaban doa itu!!!

Yunus adalah seorang Nabi yang berasal dari Galilea di Israel, ia melakukan tugas kenabiaannya selama pemerintahan  Yerobeam II, yang menjadi raja Israel sekitar tahun 793-753 Sm (2 Raja-raja 14:23-27). Pada saat itu, Israel ditawan oleh bangsa Asyur yang kejam dan menjadi musuh yang ditakuti karena terus menerus mengancam bangsa Israel. Dimana Niniwe yang menjadi ibukota dari Asyur, kesanalah Yunus nabi Israel itu diutus untuk menyerukan panggilan pertobatan kepada bangsa yang menjajah mereka…

Tuhan mengutus Yunus ke Niniwe yang ada di negeri Asyur untuk menyampaikan murkaNya kepada penduduk kota itu, supaya mereka berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat. Karena kejahatan mereka, Niniwe akan dijungkirbalikkan dan diruntuhkan oleh Tuhan. Dan ancaman ini akan digenapiNya, kecuali bila mereka bertobat . . .

Apa yang dilakukan Tuhan ini, bermaksud ingin mengajar umatNya, Israel, yang sama jahatnya dimata Allah sebab mereka tidak menaati FirmanNya, dan tidak bergantung kepada Allah. Tuhan melewati Israel dan memperhatikan bangsa lain, dengan maksud agar Israel pun BERTOBAT . . .

Namun, Yunus dalam panggilannya tsb memilih tidak mau pergi. Dalam hatinya ia merasa jengkel. Sebab dia berpikir kenapa Tuhan memperdulikan bangsa-bangsa lain yang sebenarnya adalah musuh Israel, bahkan musuh Tuhan sendiri ???
Bukankah Tuhan adalah Allah Israel dan Israel adalah umat pilihanNya, ?? itu berarti dalam bagian perjanjian ini “TIDAK ADA TEMPAT BAGI BANGSA LAIN”.
Henk Venema, berkomentar dalam bukunya, bahwa Yunus menarik kesimpulan yang salah dalam perjanjian Tuhan dan Israel saat itu, yaitu :
  1. Bahwa keselamatan hanya bagi kaum Israel saja, dan
  2. Bahwa keselamatan itu adalah pasti, tidak soal entah bagaimana pun hidup bangsa Israel.
Itu berarti keputusan untuk pergi ke Niniwe adalah tidak pas dengan apa yang dipikirkanya!!! Ia berpikir sebaiknya Niniwe dilenyapkan saja dari muka bumi ini.

Kita sama-sama mengetahui bahwa Yunus tidak melaksanakan tugasnya, melainkan ia melarikan diri dengan kapal menuju ke Tarsis yang berlawanan arah dengan Niniwe, supaya jauh dari Tuhan yang telah mengutusnya. Lalu Yunus dalam pelariaannya bersamaan dengan ketidaktaatannya, mengalami teguran Allah melalui mulut orang kafir yang ada bersama-samanya dalam kapal pelariaannya itu dimana orang2 tsb memintanya untuk berseru kepada Allahnya dan disadarkanlah ia akan kehadiran Allah melalui bencana angin ribut lautan yang ia alami...

Sebelum mencampakkan Yunus ke lautan yang mengamuk itu, mereka berdoa “meminta agar mereka ditolong dan tidak binasa”. Dan sesudah membuang Yunus ke dalam lautan itu, menjadi sangat takutlah mereka lalu mempersembahkan  korban dan bernazar kepada Tuhan Allah. Dengan demikianlah Yunus dipermalukan  oleh orang kafir yang akhirnya menyembah Tuhan Allah.

Dalam sharing Staf pada Oratio Perkantas, saya menuliskan kalimat dalam paragraph, begini, “Terbentur dengan izin dari keluarga yang sulit menerima keputusan saya menjadi Hamba Tuhan dan pandangan orang2 ttg pekerjaan ini. Maka, saya sempat mencoba lari dari panggilan ini dan tidak menghiraukannya.
Dan kitab Yunus yang berbicara berkali2 dalam SATE dan KTB Pengurus PMK KOTA saat itu menjadi teguran yang keras bagi saya”. Dan BR KIS pasal 16-28, Lalu di bagian paragrap selanjtnya saya menuliskan bagian kalimat begini, “sama seperti Paulus yg menjawab Agripa dgn KETAATAN pada Tuhan, begitu jugalah saya memberanikan diri menyatakan keputusan saya kepada orang tua dan kpd mereka juga saya berani mengatakan terhadap PANGGILAN itu saya tidak pernah TIDAK TAAT”.

Akhirnya saya memutusakan membuka diri utk melayani MAHASISWA SEPENUH WAKTU…
Tapi ternyata jg apa yg dipikirkan dan direncanakan tdklah seperti yg ku harapkan. Ternyata saya DITOLAK utk menjadi staf mahasiswa, dan disharingkan menjadi staf siswa…
Bumi gonjang ganjing…saat mendengarkan itu hati saya seperti mau copot dan pikiran berkecamuk, seketika itu jg saya berkata, benar saya hanyalah GR, saya salah menafsirkan maksud Tuhan…
Lalu saya diminta mendoakan hampir 2 minggu utk tawaran sbg staf siswa. Taukah teman ini berat, karena saya TERAMAT SANGAT MENCINTAI PELAYANAN MHSW DAN MENIKMATI PELAYANAN MHSWA.. saya buta dgn pelayanan ini !!! ohhhh Tuhan TOLONG saya.
Saya bilang kpd Tuhan, “sdh hampir waktunya Tuhan, klo Engkau tdk mengkonfirmasi, aku memutuskan akan mundur”.
Dan ternyata ajaib, pagi harinya Sate saya dari Mat 2:13-23. Saya menyimpulkan bahwa utk semntara waktu saya harus menyingkirkan diri dahulu ke tempat mana Tuhan tentukan, sampai nanti Tuhan akan kembali meminta ku untuk kembali. Ku yakini, mungkin nanti aku pun akan kmbali ke pelayanan mahasiswa lg, tp saat ini aku berpikir bkn ke pelayanan mahasiswa ttapi dunia profesi. Entahlah….

Atas penentuan Allah, ia diselamatkan keluar dari perut ikan yang besar itu, Kemudian untuk kali keduanya Yunus diutus kembali ke Niniwe, untuk melakukan tugasnya. Bayangkan anugerah Tuhan ini atas Yunus !!! (Tuhan memberikan kesempatan kepada Yunus).
Kali ini Yunus mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya, lalu Yunus memberitakan Firman Allah dan menyerukan pertobatan kepada Niniwe, dan apabila tidak mengindahkannya, Niniwe akan ditunggangbalikan.

Saat ini juga mungkin teman2 mengalami hal yang sama seperti yg saya rasakan saat 1 tahun yg lalu memulai memimpin rapat dan PD siswa. Kita sama2 berasal dari pelayanan mahasiswa, di injili dalam KKR kampus, KK mahasiswa, bersekutu, beribadah, berdoa bersama menikmati pembelajaran dari pelayanan Mahasiswa. Benar kita berhutang injil terhadap pelayanan mahasiswa, sebab kita diizinkan melalui pelayanan ini diperkenalkan keselamatan dalam hidup kita...dan saat ini kita sedang bersukacita didalam menghidupi keselamatan itu.
Beberapa minggu yg lalu kita disms, ditlp, bahkan sengaja ketemuan, baik olh saya, TPS, Panita untuk dimintai sebagai panitia, pelayan, pemimpin kamar, konselor, tim memasak, teman2 semua direpotkan olh pelayanan siswa.
Yahhh, apakah kamu merasakan belum dan tidak terbeban?, merasakan tidak mendapatkan visinya? Tidak kasih mengerjakannya? Tidak tahu apa itu pelayanan siswa? Apakah kamu merasa direpotkan, digangu focus studynya, pekerjaannya, pelayanan di PMK nya, diambil waktunya,? Dan banyak lg uang yg keluar krn retreat2? Harus lat, harus rapat, sibuk, cape? KENAPA SAYA HARUS MELAKUKANNYA, KNP MESTI HARUS MRASA PRLU BERTANGGUNGJAWAB DAN PUSING2 utk SESUATU YG TIDAK SAYA PERNAH NIKMATI !!!!!
Yahh ini yg saya alami 1 thn yg lalu, n mungkn saat ini sdng kamu rasakan …..

SAYA DAN KAMU MUNGKIN TIDAK BERHUTANG INJIL KEPADA SISWA !!! TETAPI SAYA DAN KAMU DIPANGGIL DAN DIPERINTAHKAN UTK MEMBERITAKAN INJIL PERTOBATAN KPD SISWA !!!!
Oleh karena itulah maka kita saat ini berkumpul…..

Teman2…Kemudian respon daripada orang-orang Niniwe setelah mereka mendengar Firman Allah itu adalah mempercayai Allah, mereka yang dewasa dan anak2 mengenakan kain kabung, dan seluruhnya memaklumkan puasa, sang raja pun turun dari singgasananya, seluruh rakyat bahkan hewan diperintahkan untuk berpuasa, mereka semua merendahkan diri dan bergumul keras atas dosa-dosa mereka serta memohonkan pengampunan karenanya serta bertobat dari tingkah laku jahat mereka. Niniwe  mengindahkan Firman Tuhan dari apa yang disampaikan Yunus.

Allah melihat perbuatan mereka yang berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang dirancangkanNYA, dan Ia pun membatalkan penghukuman itu.

Kamp Pengutusan Siswa (KamPuS) Serang Cilegon dan Retreat Antar Sekolah (RAS) yg biasa org akan tanya apa itu RAS (sambil kening dikerutkan), itu loh RPI nya Siswa (baru mengerti sambil berkata ohh). Teman2 kita semua dipanggil terlibat dalam acara tsb, diperintahkan utk mengerjakan pemberitaan Firman, menyuarakan berita pertobatan agar para siswa dapat berbalik dari kejahatan dan kekerasan hati mereka… Tuhan memperingatkan kita utk pergi ke Niniwe kita,,, dimanakah Niniwe mu, dunia siswakah?
(dengan berbisik) Liat, dengar, perhatikan…siswa akan dijungkirbalikkan dan dihancurkan apabila mereka terus hidup didalam kejahatan dan kedegilan hati mereka…

Sebenarnya saya mau menunjukkan suatu video atau gambar2 yg memperlihatkan bagaimana kebobrokan, kejahatan, dan kekerasan dunia remaja, dunia putih abu-abu.!!!
Tetapi saya mengurungkan niatan tsb, saya telah berpikir, dan mencoba bila saya yg menjadi seperti teman2 dicekokki gambaran itu. Saya tidak tahu apakah efek yg teman2 akn alami sebagai stimulus utk memahami beban pelayanan siswa dan kondisi siswa…(ekspresi meragukan), saya curiga itu hanyalah “TOLERANSI YG SESAAT” dan “HANCUR HATI” yg tidak murni …!!! (diam sebentar)
Maka saya ganti metode yg biasa itu dgn meminta teman2 menghayati lagu ini (minta marini dan riki)
Lagu ini saya pilih ketika persiapan, teringat dgn seorang adik siswa yg menjadi AKK saya saat natal gabungan sekolah kemarin. Waktu mendengar, melihat dy menyanyi (hancur hati) berkesan dgn lagunya pdahal sudah sering mendengar tp malam itu berbeda..krn saya merasakan Tuhan berbicara, katanya, “Lihat karena mrk inilah Aku telah menderita, disalibkan, dan mati!! Bukan,bukan hanya utk mahasiswa saja tetapi bagi mrk juga, bagi semua manusia, bagi dunia ini. Dan karena itulah kau pun telah Ku panggil utk melayani dan memberitakan Injil Keselamatan kepada mrk”.
Teman2 mrk bkn mhsw yg sama2 dgn kita mahsw saat mlayani di kampus. Tetapi di KamPuS dan RAS mrk yg kita layani adalah SISWA, yg belum prnah mrasa menjadi mhswa, TETAPI KITA TAHU, KITA PERNAH MENJADI SISWA..MENJADI SEPERTI MEREKA !!!
Pernahkah kau jd siswa yg mengalami konsep diri yg salah, tdk berdamai dgn Tuhan, kecewa kpd keluarga, marah terhdap orang lain bahkan terhadap diri sendiri??? Taukah kamu ttg mencontek, pornografi, free love (gonta ganti pacar bahkan berbeda keyakinan), pacaran yg kontak fisik sampai kpd free sex, mastrubasi, onani, narkoba, narsisme, geng, hedon, konsumeris, game online, internet, study oriented, tdk ke gereja, bohong waktu dan uang pada orang tua, tdk belajar sungguh2..
Teman2 mrk SEDANG ADA DALAM KEJATUHAN YG DALAM DLM LUMPUR DOSA YG HIDUP…(semakin bergerak smakin cepat mrk melawan utk keluar mrk akan ternggelam) mrk TIDAK SANGGUP KELUAR SENDIRI, MRK BUTUH PENOLONG, MRK BUTUH KRISTUS !!! MRK BUTUH ORANG YG TAHU DIMANA KRISTUS !!! MRK MEMBUTUHKAN SAYA DAN KAMU UNTUK MEMPERKENALKAN YESUS !!!! (intonasi keras dan tegas).
Terus sambil mendengar kata demi kata, kalimat demi kalimat, air mata tak terasa sudah membasahi pipi, saya bersyukur ROH KUDUS mengizinkan saya mengalami merasakan hati Tuhan dalam beberapa saat terhanyut dalam lagu ini.. (sing a song)
Saya berdoa agar RohNYA menolong kita pun hancur hati didalam melayaniNYA…

Lalu Melihat respon Allah tersebut, kesallah hatinya dan sangat marahlah ia, reputasinya sebagai seorang nabi dipertaruhkan dalam kebenaran firman yang ia katakan. Rupa-rupanya Yunus lebih mementingkan reputasi dirinya sendiri.
Selain itu kemarahannya disebabkan oleh karena Yunus tahu benar siapa Allah yang telah mengutusnya itu, bahwasanya Allah Israel adalah Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia yang juga menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkanNYA atas umat yang dikasihi.
Ternyata karena sebab sifat Allah inilah yang menjadi salah satu alasan dalam pasal 1, yang menyebabkan kenapa Yunus menolak untuk memberitakan Firman pertobatan.

Lalu Yunus keluar meninggalkan kota itu, ke kota sebelahnya dan “menantikan apa yang akan terjadi” atas Niniwe, yaitu pemusnaannya. Yunus belum belajar apapun sepertinya. Sebab ia belum mengerti maksud besar Allah atas penyesalan Allah karena merancangankan malapetaka atas Niniwe.
Yunus sebenarnya ENGGAN SEKALI memberitakan kemurahan Tuhan YANG BERSYARAT itu kepada bangsa-bangsa lain, apa yang DIKERJAKANNYA DENGAN MEMBERITAKAN FIRMAN ALLAH DILAKUKANNYA DENGAN TERPAKSA !!!.
Ia berharap supaya orang-orang Niniwe menolaknya dan mereka tidak diselamatkan…!!!
Dan inilah juga yang menjadi 1 penyebab Yunus melarikan diri dari panggilannya.

Mungkinkah Yunus akan bergembira bila Niniwe Tuhan selamatkan??

Allah menghibur hati Yunus, dengan pohon jarak yang tumbuh menaunginya, atas penentuan Allah, keesokan harinya pohon itu mati. Karena itu, ia rebah dan lesu dalam kemarahannya dan berharap supaya mati.
Lalu Allah mempertanyakan, kemarahannya itu, “layakkah engkau marah?” jawabnya, “ia, selayaknya aku marah sampai mati”.

Teman-teman pandangan Yunus berbeda sekali dari apa yang direncanakan Tuhan. Yunus menantikan hukuman atas musuh bangsanya itu, sedangkan sebaliknya Tuhan menantikan pertobatan akan umatNYA. Allah yang panjang sabar itu terus melaksanakan rencanaNYA. Dalam hal ini Tuhan tidak bergantung kepada siapa pun…Allah pun agendaNYA sendiri.

Selama 1 thn 2 bln ini, sbg staf siswa kadang saya pun tergoda utk apatis, tidak peduli, menyerah dgn siswa, melayani tp tdk bergairah, berdoa tp tdk beriman, pergi ttapi tdk terbeban, berjalan tanpa visi, memimpin tnpa dipimpin RohNYA… pelayanan mhswa terkdang jg menggangu focus pelayanan di siswa, tetapi saya tdk bisa membohongi hasrat yg besar ini utk mahasiswa, ttpi saya jg TIDAK BISA MENOLAK HASRAT YG MURNI DAN TULUS ini UNTUK SISWA…(yahh saya merasakan hati Tuhan bagi siswa dan mahasiswa)…
Tapi syukur kpd Allah saya dan TPS terus dimampukan dan dikuatkan…

Gereja Baptis bkn tanggungjawab saya, bkn beban saya… gereja saya saja tdk bisa saya urus mau urus gereja lain lg!!!
Siswa, ??? Tuhan Kau itu merepotkan dan menyusahkan saya saja, saya mau melayani mahasiswa saja, saya kan sudah padat jadwal pelayanan di kampus (PKK, Pengurus, PPA, Penilik). Tuhan saya mau pensiun melayani saja krn sdh alumni, sdh banyak waktu saya terbuang utk melayani mahasiswa kemarin2, saya mau focus bekerja!!!

Benar kita mungkin tentunya tidak bersikap seperti Yunus yg marah bila Niniwe Tuhan ampuni, kita justru barharap bila Niniwe2 yg mana Allah telah memanggil dan memerintahkan kita memberitakan pengampunaNYA dapat bertobat dan diselamatkan. Tentulah kita pun akan berbahagia bersama2 dgn Allah., J
Tetapi masih adakah hati yang mengeluh, marah, dan setengah hati untuk pergi ke NINIWE mu ???

Yunus telah menyelesaikan pekerjaannya, tetapi urusan Tuhan dengan Yunus belum selesai. Meskipun Allah tidak bertanggungjawab kepada Yunus, tetapi dengan kesabaran Ia mengajarkan bahwa Allah mengasihi bangsa lain dan menginginkan mereka bertobat. Kalau saja Yunus merasa kasihan dengan pohon jarak yang sehari bisa tumbuh tanpa jerih lelahnya sedikit pun dan mati dalam sehari, bagaimana Tuhan tidak sayang kepada Niniwe yang tidak tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri…?
Tujuan dari semua ini bukanlah selalu untuk membuat orang lain bertobat menjadi anak Tuhan, melainkan untuk mendemostrasikan kuasa Tuhan yang melindungi umat pilihanNYA.

Ketika akhirnya Yunus memilih TAAT kepada Allah, ia mengeluh dan meremehkan pekerjaan Allah. Ia membantah bahwa Allah tidak adil terhadap bangsanya. Yunus lebih mementingkan kepentingan dan keselamatan diri sendiri dibandingkan keselamatan dan kepentingan jutaan orang lain. Meskipun ia memiliki kelemahan2 didalam sikap dan pengertian, bagaimana pun ia tetaplah nabi Allah yang telah dipilih, dipanggil, dan diutus untuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Allah memakainya dan berkarya melalui kuasaNya didalam Yunus.

KamPuS tinggal sebulan lebih, Staf, TPS, Panitia, Pelayan, P.Kamar apakah dalam ketaatan kita, sudahkah kita HANCUR HATI DAN MERASAKAN DGN BELAS KASIHAN ALLAH mengerjakan tanggungjawab dan konsekuensi dari menerima dan mengerjakan pelayanan ini???

RAS masih 4 bln lebih, tetapi kita pun mulai disibukkan dan direpotkan mempersiapkannya, merencanakannya. Apakah Staf, TPS, Panitia, Pelayan, P.Kamar SETIA, SUNGGUH2, DAN BERBELAS KASIH mengerjakan pelayanan penginjilan ini…????

Di NINIWE, ADA HATI ALLAH, BKN HANYA UNTUK YERUSALEM SAJA, MARI BERSAMA-SAMA DIMANA HATI ALLAH BERADA KESANALAH KAKI KITA DAPAT MELANGKAH DGN KETAATAN PENUH DAN BELAS KASIHAN..!!!

Apakah sikap kita sama seperti Yunus terhadap mana kita diutus oleh Allah? (apakah kita bersedia pergi, atau malah lebih mementingkan kesenangan dan kepentingan pribadi daripada kesejahteraan mereka yang kita layani?) apakah reputasi kita sedang dipertahankan?
Meskipun Yunus taat mengerjakan pelayanannya, bahkan sangat berhasil. Yunus belajar bahwa KETAATAN SAJA TIDAK CUKUP, Allah mengkehendaki hamba-hambaNYA memahami sifat KASIHNYA dan CARA PANDANGNYA kepada umat manusia… IA BUTUH KASIH DIDALAM KETAATAN KITA….




Sabtu, 02 April 2011

Daily Devotional

Belum genap 1 tahun gw rasa gw mulai menganggap daily devotional is a must!

Gini sejarahnya,
Di kampus, ada sebuah persekutuan yang punya program kelompok kecil. Dan gw ikut, sejak semester 4 (gak terlalu inget).. Tapi itu masih di masa-masa kelam lah, gw gak begitu click sama kelompok kecil gw, gak ada alasan spesifik, lebih karena gw belum bisa membuka diri aja pada saat itu.
Lalu, ini itu berlalu, akhirnya, entah, sungguhlah entah, kalo dipikir-pikir sampe sekarang gw masih gak ketemu jawabannya. Gw jadi pengurus di persekutuan itu. Semuanya terjadi dengan cepat sih, gw jadi pengurus, gw punya kelompok kecil baru, gw suka pemimpin gw yang baru, gw mulai membuka diri, gw mulai berteman, sweet memories, terus kepengurusan berakhir, gw jadi senior, and here i am, i wonder where i'm going next.

Satu yang gw pelajari, dan gw rasa ini jauh lebih berharga dari semua ilmu hukum yang gw pelajari di kampus. 
Saat teduh.
Dulu, dulu banget waktu gw masih SMA, gw punya sahabat (yea sampe sekarang juga masih sahabat), dia yang secara gak langsung ajarin gw untuk baca renungan harian setiap hari. Kita biasa beli buku renungan di Citraland, makan hokben di lantai paling atas, foto box, ke salon (training salon), dan yah jadilah gw membaca renungan itu daily, dan mengalami pertobatan, baptis Roh Kudus. Lalu jatuh..

Selama bertahun-tahun, sejak kepergian gw yang mendadak dari Jakarta. Gw selalu sebut masa itu, masa Tuhan kasih gw shock therapy, tapi ujung-ujungnya, ya memang untuk kebaikan gw. Okelah, kepindahan gw dari Jakarta ke Serang itu menyakitkan, gw gak inget pernah ada moment di hidup gw yang lebih menyakitkan dari itu. Waktu gw pindah dari Jogja ke Jakarta, memang berat sih, tapi ga ada intrik-nya, ga ada masalah apapun. Ya ini sekedar latar belakang.
Intinya gw pindah ke Serang, dan mengalami kejatuhan moral. Gw males deh ngapa-ngapain, berdoa boro-boro, baca renungan apalagi. Gw cuma sekedar penghuni gereja yang baik. Nyemplung ke ministry tapi gak nyemplung2 banget. Sampe gw kuliah semester 7, Tuhan menyatakan dirinya sama gw. Hihooo..

Bukan sesuatu yang besar, gw hanya punya beberapa pertanyaan soal mengapa-mengapa-mengapa dan mengapa, gw masih tetap mengasihi-Nya lebih dari apapun. Sampai ke kesimpulan kalau, selama ini, sekalipun gw terlihat rohani dan baik-baik saja. Tapi di akar-akar gw uda kering tuh, ga ada persekutuan pribadi sama Tuhan, gak ada namanya gw dan Tuhan bersama-sama berbincang-bincang, ga ada namanya gw mencari tau tentang Dia dan keinginan-Nya lewat Firman.
Ohyaaa jelas, gw yang "book-worm" ini udah baca ratusan buku-buku rohani. Gak ngepek.
Sampai gw mengenal yang namanya daily devotional kembali atau gampangnya Saat Teduh. 

Apa menariknya Saat Teduh, ga diajarkan di gereja gw soal Saat Teduh, tapi itu penting, penting buat gw sekarang. Waktu gw secara pribadi, dateng kucluk kucluk kepada Tuhan, mencurahkan isi hati gw, minta ini itu, ngomong ini itu, trus gw baca sebagian kecil (keciiiillll banget) dari Firman-Nya. Dan yak, hari gw pun bersinar terang. Serius!

Haha, kadang, kalau gw memulai hari gw tanpa berdoa, gw memulai hari gw malah dengan berbuat dosa, trus sepanjang hari gw bakal kacau abis, gak fokus, gampang marah ..iya, gw pemarah emang :( gampang kesel ..iya, gw moody juga :( dll.
Tapi kalau gw menenangkan diri gw di pagi hari, oke, gak selalu pagi. Gw merasa gw bisa selesain semua, semua masalah ada jalan keluarnya, gw gak boleh egois, dll. So soothes lah semacam itu. Saat Teduh tu kayak antinarkoba gw. Kalo gak ada itu, gw gak tenang. Kalau ada itu, gw santai 'n relax.

Kayak hari ini aja, gw memulai hari gw dengan buruk banget, sangat buruk sampe gak pantes diceritain di blog. Dan itu soal pikiran. Kesini-sini udah jam 2 siang, gw berusaha memperbaikinya, masih belum Saat Teduh juga. Gw sangat merasa kehilangan moment2 berdua sama Tuhan. Karena terlanjur mengakui dampaknya buat gw, dan waktu Saat Teduh itu gak gw lakukan, rasanya kosong banget. Saat, saat kayak gini ni, gw merasa waktu gw sendiri sama Tuhan itu penting.

Kedengeran bullshit ya? Gak ini gak bullshit koq.
Gw tulis semua di sini, karena gw merasa gw harus punya jurnal, iya, waktu nanti-nantinya gw baca, gw inget semua yang udah gw pelajari soal hidup.
Hari ini, gw belajar kalau Tuhan merindukan gw datang dan ngobrol sama Dia. :) gak bisa diungkapkan deh, betapa asiknya punya sahabat seperti Yesus.

Ciao,
sincerely

Senin, 01 Februari 2010

Pray

I pray on the principle that wine knocks the cork out of a bottle. There is an inward fermentation, and there must be a vent. ~Henry Ward Beecher

God punishes us mildly by ignoring our prayers and severely by answering them. ~Richard J. Needham

When we pray to God we must be seeking nothing - nothing. ~Saint Francis of Assisi

"Give us this day our daily bread" is probably the most perfectly constructed and useful sentence ever set down in the English language. ~P.J. Wingate

Prayer does not change God, but it changes him who prays. ~Soren Kierkegaard

No one is a firmer believer in the power of prayer than the devil; not that he practices it, but he suffers from it. ~Guy H. King

Trouble and perplexity drive me to prayer and prayer drives away perplexity and trouble. ~Philip Melanchthen

Don't pray when it rains if you don't pray when the sun shines. ~Satchel Paige, 1974

The value of consistent prayer is not that He will hear us, but that we will hear Him. ~William McGill

Prayer may not change things for you, but it for sure changes you for things. ~Samuel M. Shoemaker

Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. ~Author Unknown

Give a man a fish, and you'll feed him for a day; give him a religion, and he'll starve to death while praying for a fish. ~Author Unknown

I prayed for twenty years but received no answer until I prayed with my legs. ~Frederick Douglass, escaped slave

Practical prayer is harder on the soles of your shoes than on the knees of your trousers. ~Austin O'Malley

As long as there are tests, there will be prayer in schools. ~Author Unknown

When we talk to God, we're praying. When God talks to us, we're schizophrenic. ~Jane Wagner, In Search for Signs of Intelligent Life in the Universe, 1985, performed by Lily Tomlin

We have to pray with our eyes on God, not on the difficulties. ~Oswald Chambers

When at night you cannot sleep, talk to the Shepherd and stop counting sheep. ~Author Unknown

When a man is at his wits' end it is not a cowardly thing to pray, it is the only way he can get in touch with Reality. ~Oswald Chambers

Many people pray as if God were a big aspirin pill; they come only when they hurt. ~B. Graham Dienert

Prayer is when you talk to God; meditation is when you listen to God. ~Author Unknown

Prayer is not merely an occasional impulse to which we respond when we are in trouble: prayer is a life attitude. ~Walter A. Mueller

The Lord's Prayer may be committed to memory quickly, but it is slowly learnt by heart. ~Frederick Denison Maurice

Deep down in me I knowed it was a lie, and He knowed it. You can't pray a lie - I found that out. ~Mark Twain

It is good for us to keep some account of our prayers, that we may not unsay them in our practice. ~Matthew Henry

Prayer gives a man the opportunity of getting to know a gentleman he hardly ever meets. I do not mean his maker, but himself. ~William Inge

Grow flowers of gratitude in the soil of prayer. ~Verbena Woods

Some stand on tiptoe trying to reach God to talk to him - you try too hard, friend - drop to your knees and listen to him, he'll hear you better that way. ~Ever Garrison

If we could all hear one another's prayers, God might be relieved of some of his burdens. ~Ashleigh Brilliant

Prayers not felt by us are seldom heard by God. ~Philip Henry

The trouble with our praying is, we just do it as a means of last resort. ~Will Rogers
when it's a glorious day
I pray
and
it's a glorious day
when I pray
~Star Riches, "Every Day"

Kumpulan Renungan Harian